Laman

Selasa, 23 Agustus 2011

Kesehatan Lingkungan

Dasar-dasar Kesling
Ilmu kesehatan lingkungan adalah salah satu cabang ilmu kesehatan masyarakat yang memberikan perhatian terhadap segala macam bentuk kehidupan, bahan-bahan dan kondisi di sekitar manusia yang memiliki potensi untuk menimbulkan gangguan yang bisa mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan serta melakukan analisis dan mencari upaya-upaya alternative pemecahan masalah.
Menurut Achmadi dalam Kunnoputranto (2002), kesehatan lingkungan adalah ilmu yang mempelajari dinamika hubungan interaktif antara kelompok penduduk atau masyarakat dengan segala macam perubahan komponen lingkungan hidup, seperti berbagai spesies kehidupan, bahan, zat, atau kekuatan di sekitar manusia, yang menimbulkan ancaman, atau berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat, serta mencari upaya-upaya pencegahannya.
Sesungguhnya, prevalensi penyakit itu disebabkan oleh faktor lingkungan antara lain geografi dan status ekonomi. Penyakit di lingkungan negara berkembang melingkupi kanker paru-paru dan kanker kulit yang disebabkan oleh radiasi sinar matahari dan reaksi alergi. Di negara dunia ketiga(?) yang berkembang adalah penyakit infeksius dan non infeksius. Status sosial ekonomi juga menentukan. Seseorang yang berkecukupan biasanya kesehatan lingkungannya baik. Sedangkan penduduk miskin umumnya memiliki tingkat kesehatan buruk karena kebanyakan mereka tinggal di lingkungan tercemar.
Agen toksik secara  tak langsung memperngaruhi kesehatan manusia dengan cara merusak stabilitas ekosistem lewat penebangan hutan, pembuangan air limbah ke sungai, danau, laut, dan lain-lain. Banjir dapat menurunkan produktivitas hasil pertanian dan sebagian besar harta manusia hilang. Banjir juga dapat merusak saluran pembuangan air limbah. Banjir juga menyebabkan terjadinya penyebaran penyakit menular. Dan perusakan hutan dapat meningkatkan penyebaran penyakit malaria.
Ada sebuah paradigma kesehatan lingkungan yang terdiri dari 4 simpul :
Simpul 1 : Berhubungan dengan sumber perubahan (pembangunan, alam)
Simpul 2 : Berhubungan dengan wahana transisi penyakit (udara, tanah, air, makanan, manusia, binatang)
Simpul 3 : Berhubungan dengan masyarakat (jenis kelamin, budaya, perilaku, gizi, Hb)
Simpul 4 : berhubungan dengan sakit atau tidak
Ada 3 kelompok penyebab sakit, yaitu
•    Kelompok fisik : radiasi, medan magnit, kebisingan, getaran, pencahayaan.
•    Kelompok bahan kimia : pestida, bahan pewarna makanan, bahan pengawet, logam berat, pencemar udara
•    Kelompok mikroba : jamur, bakteri, virus
Berikut contoh indentifikasi Parameter Risk, yaitu
•    Bagaimana mengukur berbagai parameter pada keempat simpul
•    Parameter yang digunakan untuk mengukur agents
•    Misalnya pengukuran pada :
Simpul 1
-    Emisi kendaraan, emisi cerobong asap
Simpul 2
-    Bakteri dalam makanan/air
-    Konsentrasi logam berat dalam air
Simpul 3
-    Kadar Hg dalam rambut
-    Kadar Pb dalam darah
-    Kadar Hb dalam darah
Simpul 4
-    Penderita malaria, kanker
-    Penderita asma, TBC
Pengertian
Penyakit adalah suatu kondisi patologis berupa kelainan fungsi dan /atau morfologi suatu organ dan/atau jar tubuh. (Achmadi’05)
Lingkungan adalah segala sesuatu yg ada disekitarnya (benda hidup, mati, nyata, abstrak) serta suasana yg terbentuk karena terjadi interaksi antara elemen-elemen di alam tersebut. (Sumirat’96)
Penyakit Berbasis Lingkungan adalah suatu kondisi patologis berupa kelainan fungsi atau morfologi suatu organ tubuh yang disebabkan oleh interaksi manusia dengan segala sesuatu disekitarnya yang memiliki potensi penyakit.
Situasi di Indonesia
Penyakit berbasis lingkungan masih menjadi permasalahan hingga saat ini. ISPA dan diare yang merupakan penyakit berbasis lingkungan selalu masuk dalam 10 besar penyakt di hampir seluruh Puskesmas di Indonesia.
Menurut Profil Ditjen PP&PL thn 2006, 22,30% kematian bayi di Indonesia akibat pneumonia. sedangkan morbiditas penyakit diare dari tahun ketahun kian meningkat dimana pada tahun 1996 sebesar 280 per 1000 penduduk, lalu meningkat menjadi 301 per 1000 penduduk pada tahun 2000 dan 347 per 1000 penduduk pada tahun 2003. Pada tahun 2006 angka tersebut kembali meningkat menjadi 423 per 1000 penduduk.
Paradigma Kesehatan Lingkungan
Dalam upaya pengendalian penyakit berbasis lingkungan, maka perlu diketahui perjalanan penyakit atau patogenesis penyakit tersebut, sehingga kita dapat melakukan intervensisecara cepat dan tepat.
patogenesis penyakit dapat diuraikan menjadi 4 (empat) simpul, yakni :
Simpul 1: Sumber Penyakit
Sumber penyakit adalah sesuatu yang secara konstan mengeluarkan agent penyakit. Agent penyakit merupakan komponen lingkungan yang dapat menimbulkan gangguan penyakit baik melalui kontak secara langsung maupun melalui perantara.
Beberapa contoh agent penyakit:
Agent Biologis: Bakteri, Virus, Jamur, Protozoa, Amoeba, dll
Agent Kimia : Logam berat (Pb, Hg), air pollutants (Irritant: O3, N2O, SO2, Asphyxiant: CH4, CO), Debu dan seratt (Asbestos, silicon), Pestisida, dll
Agent Fisika : Radiasi, Suhu, Kebisingan, Pencahayaan, dll
Simpul 2: Komponen Lingkungan Sebagai Media Transmisi,
Komponen lingkungan berperan dalam patogenesis penyakit, karna dapat memindahkan agent penyakit. Komponen lingkungan yang lazim dikena sebagai media transmisi adalah:
- Udara
- Air
- Makanan
- Binatang
- Manusia / secara langsung
Simpul 3: Penduduk
Komponen penduduk yang berperan dalam patogenesis penyakit antara lain:
- Perilaku
- Status gizi
- Pengetahuan
- dll

Tidak ada komentar:

Posting Komentar