- Nama & Struktur Kimia
|
:
|
2,3-didehydro-L-threo-hexono-1,4-lactone. (3)
|
- Sifat Fisikokimia
|
:
|
Kristal atau serbuk putih atau agak kuning. Bila terpapar udara, warnanya perlahan-lahan menjadi lebih gelap. Dalam keadaaan kering, stabil di udara, tetapi dalam larutan akan teroksidasi dengan cepat. Larut 1 bagian dalam 3 bagian air dan 1 bagian dalam 40 bagian alkohol, tidak larut dalam kloroform, dalam eter, dan dalam benzena. Simpan dalam wadah tertutup rapat. Lindungi dari cahaya. (3)
|
- Keterangan
|
:
|
-
|
Golongan/Kelas Terapi Vitamin dan Mineral Nama Dagang
- Bekamin C Forte
|
- Biferce
|
- Cebion
|
- Champs C
|
- Ever CE
|
- Extrace
|
- Fit C
|
- Flavettes
|
- Redoxon Double Action
|
- Sweeta C
|
- Vicce 500
|
- Vitacimin
|
- Vitalong C TRC
|
- Vitamex C
|
- Vitamin C
|
- Xon Ce (4,5)
|
- Askorbin
|
Indikasi
Sariawan, Dietary and replacement requirements, Tes saturasi status nutrisi, Degenerasi makular, Bahan pengasam urin (efektivitas masih dipertanyakan), Mengkoreksi tyrosinemia pada bayi prematur dengan diet tinggi protein, Terapi idopathic methemoglobinemia, Mencegah dan mengobati flu, Untuk meningkatkan ekskresi besi selama pemberian deferoxamine (bukti terbatas). Beberapa indikasi lain namun belum terbukti dengan studi klinis yang terkontrol baik : hematuria, perdarahan retina, status perdarahan, dental caries, pyorrhea, infeksi gusi, anemia, jerawat, infertilitas, atherosclerosis, depresi mental, peptic ulcer, TBC, disentri, kelainan kolagen, kanker, fraktur, ulcer kaki, toksisitas levodopa, toksisitas succinylcholine, toksisitas arsenik, bahan mukolitik.
Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian
Pemberian : per oral, IM, IV, Subkutan, Hindari injeksi IV cepat (1)
Untuk Indikasi Sariawan :
Dewasa : 100-250mg 1-2 kali perhari selama sekurangnya 2 minggu.
Anak : 100-300 mg perhari dalam dosis terbagi selama sekurangnya 2 minggu. (1)
Untuk Indikasi Dietary and replacement requirements
Recommended Daily Allowance (RDA) : (1)
< 6 bulan : 30 mg
6 bulan - 1 tahun : 35 mg,
1-3 tahun : 15 mg, max. 400 mg/hari
4-8 tahun : 25 mg, max. 650 mg/hari
9-13 tahun : 45 mg, max. 1200 mg/hari
14-18 tahun : max. 1800 mg/hari; untuk pria 75 mg, untuk wanita 65 mg
Dewasa : max. 2000 mg/hari; untuk pria 90 mg, untuk wanita 75 mg
Suplemen Makanan : (1)
Dewasa 50 - 200 mg/hari
Anak 35 - 100 mg/hari
Untuk Indikasi Tes Saturasi Status Nutrisi :
Untuk menetapkan status nutrisi vitamin C menggunakan tes saturasi, asam askorbat diberikan per oral 11 mg/kg, dan ekskresi askorbat via urin dihitung selama 24 jam.
Ekskresi < 20% dosis selama 24 jam menandakan defisiensi vitamin C; subjek normal mengekskresikan lebih dari 50% dosis. (2)
Untuk Indikasi Degenerasi Makular :
Untuk menurunkan risiko perkembangan degenerasi makular age-related pada pasien dengan risiko tinggi, beberapa klinisi merekomendasikan asam askorbat 500 mg perhari dikombinasi dengan beta carotene 15 mg perhari, vitamin E 400 unit perhari, dan zink (sebagai Zinc oxide) 80 mg perhari, dengan copper 2 mg perhari. (2)
Untuk Indikasi Bahan Pengasam Urin :
Dewasa : 4-12 g/hari dalam 3-4 dosis terbagi
Anak : 500 mg tiap 6-8 jam. (1)
Untuk Indikasi Mengkoreksi tyrosinemia pada bayi prematur dengan diet tinggi protein :
Dosis untuk menurunkan tyrosinemia pada bayi prematur dengan diet tinggi protein : 100 mg asam askorbat peroral atau IM. (2)
Untuk Indikasi Terapi idopathic methemoglobinemia :
300-600 mg perhari peroral dalam dosis terbagi. (2)
Untuk Indikasi Mencegah dan mengobati flu :
1-3 g atau lebih. (2)
Untuk Indikasi meningkatkan ekskresi besi selama pemberian deferoxamine (bukti terbatas) :
100-200 mg peroral selama pemberian deferoxamine. (2)
Farmakologi
Absorpsi : asam askorbat diabsorpsi dengan cepat setelah pemberian per oral. Dengan asupan vitamin C yang normal (30-180 mg perhari), ± 70-90% vitamin diabsorpsi. Pada dosis > 1 g perhari, absorpsi menurun menjadi 50% atau kurang. (2)
Distribusi : asam askorbat terdistribusi luas dalam jaringan tubuh. Sejumlah besar vitamin ditemukan dalam hepar, leukosit, platelet, jaringan glandular dan lensa mata. 25% terikat dengan protein. (2)
Metabolisme : di hepar via oksidasi dan sulfation. (1)
Eliminasi : lewat urin. (1)
Stabilitas Penyimpanan
Stabilitas : Asam askorbat secara bertahap menjadi gelap lewat paparan terhadap cahaya, namun sedikit perubahan warna tidak berpengaruh pada efek terapinya. Asam askorbat teroksidasi dengan cepat pada udara atau suasana basa.Pada konsentrasi > 100 mg/ml, asam askorbat mengalami dekomposisi melalui produksi kabon dioksida. (2) Penyimpanan : Bentuk injeksi harus disimpan di kulkas (2-8°C), terlindung dari cahaya dan udara. (1)
Kontraindikasi
Hipersensitivitas terhadap komponen dalam sediaan. (2)
Efek Samping
Non toksik. 1% - 10% :
Renal : hyperoxaluria ( kejadian tergantung dosis)
< 1% :
Pusing, faintness, fatigue, flank pain, sakit kepala. (1)
Interaksi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar